• shopping
  • ·
  • 01 Mar 2021

12 Kuliner Unik Di Jogja Untuk Pecinta Makanan Ekstrem


Wisata kuliner merupakan salah satu aktivitas yang tidak boleh terlewatkan saat traveling ke Yogyakarta. Bahkan, tak jarang wisatawan datang ke Jogja hanya untuk mencoba makanan atau jajanan baru. Maka dari itu, wajar jika beragam tempat makan semakin menjamur di Jogja. Tak hanya yang murah meriah layaknya angkringan, kafe dan restoran dengan pelayanan bintang lima pun bermunculan demi memenuhi hasrat kuliner wisatawan dari seluruh Indonesia. Namun begitu, yang sebenarnya menjadi buruan adalah kuliner unik di Jogja.

Jika sehari-hari menu makan atau camilan kamu itu-itu saja, liburan adalah saatnya mencoba santapan yang ‘aneh’, ekstrim dan tidak biasa. Kalau kamu sudah cukup sering ke Jogja dan bosan dengan gudeg, bakmi Jawa, dan sate klathak; saatnya mendapatkan pengalaman baru dengan beberapa santapan berikut.


1. Isi tenaga sesudah berbelanja – Sate Kere Beringharjo


Tas belanja sudah penuh dengan oleh-oleh untuk kerabat di rumah? Mampir isi perut dulu, dong! Di depan Pasar Beringharjo, ada sajian tradisional yang bisa bikin kamu nagih! Penampakannya mungkin seperti sate ayam biasa, tapi kuliner unik di Jogja ini berbahan dasar jeroan sapi, dan gajih atau lemak. Makanya rasanya gurih sekali, apalagi ditambah dengan siraman bumbu kacang yang khas. Jangan sampai kalap, ingat kolesterol dan perjalanan ke tempat makan berikutnya!

Lokasi: Depan Pasar Beringharjo, Malioboro

Harga: 3,000-5,000 IDR per tusuk


2. Ngemil dimsum murah kelas internasional di pasar – Dimsum Uma Yumcha


Kalau biasanya kamu makan dimsum di restoran Chinese nan mewah, kali ini kamu harus blusukan ke sebuah pasar di dekat Pojok Benteng Kulon. Mas Uma, pemiliknya, sudah lama dikenal sebagai seniman. Didapuk sebagai ‘dimsum terenak di Jogja’ di kalangan para pecinta seni dan influencer kota Jogja, kamu harus antri sejak pukul empat sore meskipun mereka baru buka pukul lima. Tidak main-main, sekitar 700 butir dimsum berisi jamur, kepiting, daging asap, wortel, atau lobster, bisa habis dalam waktu tiga hingga empat jam. Untuk akhir pekan, Uma Yumcha bisa menjual 800-900 butir dimsum, yang biasanya tetap akan ludes sebelum pukul sembilan malam.

Lokasi: Pasar Condronegaran, Gedongkiwo, Mantrijeron

Harga: 3,000 IDR per butir


3. Tengkleng nomor satu di dunia – Tengkleng Gajah


Nama gajah digunakan untuk menunjukkan besarnya tulang kambing yang disajikan sebagai hidangan. Ketika kamu melihatnya pertama kali, mungkin kamu akan berpikir satu porsi cukup untuk dua orang. Kenyataannya, rata-rata pengunjung bisa menghabiskan satu porsi sendiri saking enaknya. Beberapa menu makanan yang ditawarkan adalah: tongseng, tongseng kepala, TK (Tengkleng) Gajah ditongseng, dan TK Gajah digoreng. Kembali ke seleramu, apakah kamu lebih suka yang berkuah (tongseng), atau kering (goreng)?

Lokasi: Jl. Kaliurang Km. 9,3 Bulurejo, Minomartani, Ngaglik

Harga: Mulai 37,000 IDR per porsi


4. Camilan sumber protein untuk kamu yang bernyali – Walang Goreng Pak Gareng


Tak perlu jauh-jauh ke Thailand, di Gunung Kidul, Jogja, juga ada camilan serangga, yaitu belalang. Rasanya seperti udang, crispy. Dalam proses memasaknya, sayap dan kotoran belalang sudah dibersihkan sehingga dijamin higienis. Bumbunya simpel: bawang putih, cabai besar, cabai rawit, merica, dan garam; sehingga rasa kriuk belalang tidak akan tertutupi. Merek belalang goreng yang paling terkenal adalah Walang Goreng Pak Gareng, dengan tiga pilihan rasa: gurih, pedas dan bacem.

Lokasi: Jl. Dharmakusuma Selang 1, Wonosari

Harga: 30,000-35,000 IDR per toples


5. Bubur ayam sudah biasa, coba yang satu ini – Bubur Kalkun


Tekstur kalkun yang mirip dengan ayam kampung tapi lebih lembut, menjadikan Tantowi, seorang pengusaha bubur ayam, tertarik bereksperimen dengan bubur kalkun. Sekilas buburnya tampak biasa saja, bubur dengan topping kalkun suwir lalu disiram kuah kuning. Tetapi, rasanya lezat banget! Tidak heran jika dalam waktu tiga tahun saja, Burjon sudah bisa membuka empat cabang di Jogja.

Lokasi: Jl. Godean KM 4 Yogyakarta (Halaman Giant Supermarket)

Harga: 8,000 IDR per porsi bubur biasa


6. Makan bunga bukan hanya adegan dalam film – Nasi Campur Honje


Kecombrang adalah sejenis rempah yang bunganya cantik seperti bunga bakung. Sebagian orang bisa makan kecombrang begitu saja, tetapi ada juga orang yang tidak bisa menelannya karena aromanya yang terlalu kuat (saya contohnya). Maka dari itu, biasanya kecombrang dijadikan bumbu untuk mengurangi amis pada masakan berbahan dasar seafood. Nama lain kecombrang adalah honje, dan ini pula yang menginspirasi Honje Resto menyediakan berbagai menu yang menyertakan kecombrang, seperti nasi ayam honje, nasi campur honje, honje cream soup, salad honje, dan lain-lain. Yang spesial dari masakan tersebut, kecombrang yang digunakan adalah bunga yang masih kuncup, sehingga bisa mengurangi rasa yang terlalu pekat.

Lokasi: Honje Resto, Jl. Margo Utomo No.125, Gowongan, Jetis

Harga: 52,000 IDR per porsi Nasi Campur Honje


7. Tambah stamina untuk jalan-jalan lebih lama – Sunbear Honeycomb


Sudah jauh-jauh ke Jogja, jangan sampai acara wisatamu terganggu oleh sakit. Kalau kamu sudah biasa mengkonsumsi madu untuk kesehatan, kali ini kamu harus mencoba makan sarang lebah atau honeycomb. Honeycomb mengandung madu murni, yang tidak tersentuh proses campur tangan manusia saat mengambil dan mengolah madu. Selain menjaga kesehatan mulut, honeycomb juga dapat membantu menyeimbangkan kolesterol. Pas banget buat kamu yang hobi wisata kuliner.

Lokasi: Seturan, Sleman

Harga: 165,000 IDR (500 gram) dan 95,000 IDR (250 gram)


8. Tantangan untuk penyuka pedas – Sate Petir Pak Nano


Tak dapat dipungkiri, sate merupakan salah satu hidangan Indonesia paling terkenal dan juga paling banyak variannya, tak terkecuali di Jogja. Selain sate klathak yang menjadi hits sejak film Ada Apa Dengan Cinta 2, ada sate berbahan dasar kambing lainnya yang tak kalah populer. Buat kamu pecinta pedas, Sate Petir Pak Nano tidak boleh kamu lewatkan. Daging kambing diolah dengan bumbu super pedas, lalu dihidangkan dengan irisan cabai rawit yang super banyak. Tingkat kepedasan diberi nama yang unik seperti level PAUD, TK, sarjana, doktoral, hingga profesor. Selain sate, Pak Nano juga menyediakan tongseng, gulai, dan nasi goreng kambing, semua dengan satu ciri khas, rasa pedas yang menyambar lidah. Berani ambil tantangan?

Lokasi: Jl. Jogja Ring Road Sel. No.90, Menayu Kidul, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul

Harga: 23,000 IDR per porsi sate kambing


9. Kue legenda yang hampir punah – Kipo Kotagede


Setelah mengunjungi makam para raja Mataram di Kotagede, pastikan kamu mampir untuk membeli kue kipo. Kue manis yang dibuat dari tepung beras, tepung ketan, parutan kelapa, dan daun pandan ini hanya ada di Kotagede; meskipun terkadang ada penjual yang menawarkan kuliner unik di Jogja ini sebagai takjil di pasar Ramadan. Kalau kamu pernah tahu kue klepon, nah kipo ini mirip-mirip, hanya tidak ada isi gula cairnya dan bentuknya pipih. Kipo merupakan kue kuno yang jumlah orang yang bisa membuatnya semakin lama semakin berkurang, yang paling terkenal adalah kipo Bu Djito. Maka dari itu, jangan melewatkan camilan ini saat kamu ke Jogja.

Lokasi: Jl. Mondorakan No.27, Bodon, Prenggan, Kotagede

Harga: 2,000 IDR per buah


10. Soto dengan penampilan acak-acakan (tapi enak!) – Soto Sampah


Bingung cari kuliner unik di Jogja yang buka 24 jam? Kamu dan teman-temanmu harus mencari soto sampah yang dijual di Pasar Kranggan. Warung soto sampah yang berdiri pada tahun 1970-an ini tetap mempertahankan ciri khas yaitu bumbu yang diulek dengan tangan, bukan digiling atau diolah dengan blender. Para pengunjung yang memberi nama kuliner unik di Jogja ini karena nasi putih, bihun, kubis, toge, seledri, dan bawang goreng ditumpuk-tumpuk begitu saja. Kalau kamu masih kurang kenyang, kamu bisa memilih kudapan tambahan seperti sate ayam, telur, bakwan, tahu, tempe dan perkedel.

Lokasi: Pasar Kranggan, Jl. Kranggan No.2, Cokrodiningratan, Jetis

Harga: 7,000 IDR per porsi soto biasa


11. Olahan itik yang unik – Sate Donal Kaliurang


Kalau kamu berwisata di daerah Kaliurang, kamu akan menemukan banyak penjual sate kelinci. Tapi hanya sedikit yang menjual menu ‘enthok’ alias itik. Pak Min memiliki warung sate dan tongseng itik yang paling terkenal di kawasan tersebut. Kemampuan Pak Min mengolah daging itik menjadi masakan yang lezat patut diacungi jempol, karena kalau tidak piawai memasaknya, daging entok bisa menjadi keras dan amis. Namun begitu, para pengunjung kuliner unik di Jogja ini selalu puas dan ingin kembali lagi.

Lokasi: Jalan Astorenggo, Hargo Binangun, Pakem

Harga: 25,000 IDR per porsi sate


12. Makan untuk kesehatan dan stamina – Sate Kuda Gondolayu


Kapan terakhir kali kamu makan daging kuda? Jika kamu sama sekali belum pernah mencobanya, tidak ada salahnya mendapatkan pengalaman itu dengan menikmatinya di Sate Kuda Gondolayu. Dalam seporsi sate daging kuda, kamu bisa menikmati daging yang empuk, dengan bumbu sambal kecap, kol mentah, cabe dan irisan tomat serta bawang disajikan terpisah dan diambil sesuai selera. Konon, khasiat menikmati sate kuda adalah bisa meningkatkan kebugaran dan vitalitas bagi kaum pria. Bahkan, jika kamu memesan sate torpedo kuda, dipercaya bisa mengobati sesak nafas. Tertarik mencoba?

Lokasi: Jalan Jendral Sudirman Nomor 25, Gondolayu, Jetis, Yogyakarta

Harga: Mulai dari 30,000 IDR per porsi