• shopping
  • ·
  • 25 Mar 2021

9 Ragam Kuliner Unik yang Wajib Kamu Jajal Saat Bertandang Ke Jogja

Saat mendengar kata “Kuliner Jogja” mungkin yang terbayang di benakmu adalah makanan manis yang menggoyang lidah semacam gudeg, yangko, dan bakpia. Memang sih, kepopuleran 3 kuliner Jogja itu memang sudah tersohor. Tapi jangan salah, sebenarnya di berbagai sudut kota Jogja masih banyak ragam kuliner lain yang juga tak kalah enaknya dan tak ada salahnya kamu coba.

Kalau kamu ada kesempatan untuk traveling ke Jogja, wajib hukumnya mampir ke tempat kuliner yang Hipwee rekomendasikan buat kamu di artikel ini. Hmmmm….yuuuuumm!


1. Gudeg manis sudah biasa. Di belakang Pasar Kranggan kamu bisa menemukan Gudeg Mercon Bu Tinah yang rasanya mak lher membakar lidah

Gudeg mercon Bu Tinah yang pedas membahana

Jogja memang tersohor dengan gudeg. Makanan tradisional asal Jogja ini berbahan dasar nangka muda yang dicampur dengan serangkaian bumbu dan didominasi oleh rasa manis. Jika kamu sudah jemu terhadap rasa manis, kamu wajib menjajal kuliner satu ini. Gudeg mercon yang terletak di Jl. Asem Gede, Kranggan, Yogyakarta ini memang rasanya berbeda daripada gudeg lain di Jogja. Jika gudeg lain berasa manis, maka gudeg Bu Tinah rasanya pedas membakar lidah.

Gudeg yang anti mainstream ini jam jualannya juga unik. Jika warung gudeg yang lainnya buka pada pagi hingga malam hari, maka Bu Tinah ini baru menggelar lapak gudeg Merconnya pada pukul 20.00 hingga 03.00 dini hari.  Lauk yang disajikan di lapak sederhana bu Tinah beragam, mulai dari telur, gorengan, ceker goreng tepung, ayam kampung, sate ayam. Harga yang dibandrol pun sekitar Rp 15.000 hingga Rp 25.000. Murah ‘kan?  Tapi harus bersabar-sabar antri ya kamu, karena dijamin antriannya bakal mengular.


2. Meluncur ke Godean, jajal Sate Kere Pak Mardi yang harganya bersahabat di kantung semua orang

Sate Kere Godean

“Kere” dalam Bahasa Jawa berarti miskin. Tapi sate ini bukan ditujukan untuk orang miskin saja ya, melainkan diberi nama kere karena harganya yang memang bersahabat bagi kantung semua orang. Berbeda dengan sate kebanyakan yang berkuah kacang, Sate Kere terbuat dari daging sapi yang kemudian dipadukan dengan lontong dan potongan kuah sayur tempe.

Untuk mencapainya kamu perlu perdi Jl. Godean km 7. Tidak susah kok menemukan warung Sate Kere Pak Mardi ini, karena tempatnya selalu ramai pengunjung.

Warung sate sederhana ini buka dari pukul 5 sore hingga 10 malam. Tempatnya cukup luas dan bisa menampung sekitar 20an orang. Harga yang dipatok pun sangat bersahabat, sekitar Rp 7.000 per porsi. Pas banget buat kamu yang lagi backpackeran tapi pingin makan enak.


3. Biarlah orang lain rela antri di Nasi Goreng Kridosono. Kamu melipir saja ke Nasi Goreng Kalkun yang lebih sepi dan tak kalah enak

Nasi goreng kalkun

Ada satu warung nasi goreng di Jogja yang secara ajaib selalu ramai dikunjungi pengunjung, namanya Nssi Goreng Sapi Kridosono. Padahal menurut Hipwee antriannya kurang manusiawi dan rasanya biasa saja. Kalau kamu berkunjung ke Jogja, tak usah lah tergoda mampir dan berdesakan di Nasi Goreng Kridosono itu. Hipwee punya rekomendasi lain tak kalah enaknya.

Di Jalan HOS Cokroaminoto, terdapat rumah kecil yang bagian terasnya disulap menjadi warung ini selalu ramai dipadati pengunjung saat sore hingga malam hari. Warung sederhana ini menyajikan nasi goreng dan rica-rica dengan 2 pilihan daging; enthok dan kalkun. Daging kalkun yang dimasak hingga empuk dengan dipadu bumbu rempah yang meresap benar-benar menggugah selera. Rasa nasi gorengnya sama enaknya karena pada dasarnya menggunakan bumbu dari rica-rica.

Harga yang dipatok berkisar antara Rp 10.000 hingga Rp 15.000. Tapi pastikan kamu gak datang kemalaman ya karena biasanya di atas pukul 20.00, daging kalkunnya sudah habis.


4. Jalan Kaliurang punya Tengkleng Gajah yang untungnya bukan berasal dari daging gajah

Tengkleng Gajah

Hobi makan tengkleng kambing tapi gak puas dengan porsinya yang terlalu sedikit? Coba saja datang ke warung makan Tengkleng Gajah yang ada di Jalan Kaliurang km 9 ini. Porsi jumbo tengkleng inilah yang kemudian membuatnya mendapat julukan Tengkleng Gajah.

Daging dan tulang kambing dipadu dengan racikan bumbu yang masuk hingga ke tulang mampu membuat nafsu makanmu naik. Bumbu rempahnya juga meresap, apalagi rasa dari kuah kental tengklengnya. Daging tetelan yang masih menempel pada tulang kambing juga bertekstur sangat lembut dan mudah sekali untuk ditarik lepas dari tulangnya.

Tak hanya tengkleng, kamu juga bisa menemukan olahan daging kambing lain di sini. Mulai dari sate, tongseng, sate goreng, sampai nasi goreng kambing. Harganya pun cukup bersahabat, sekitar Rp 20.000,00-Rp 30.000 tiap porsinya.

Warung makan ini buka dari pukul 09.oo hingga 21.00. Tempatnya yang luas bisa menampung kira-kira 30an orang, tetapi jika kamu bertandang pada waktu jam makan siang atau makan malam, dapat dipastikan kamu akan kesusahan dalam mencari tempat duduk yang masih kosong.

P.S : Tengkleng Gajah ini ada Wi-Fi nya. Lumayan, bisa buat eksis check in di Path~


5. Di daerah Kotabaru ada Warung Makan Genther yang menciptakan fusion baru ayam bakar plus kremes

ayam bakar genther

Warung tenda sederhana yang berlokasi di Jl. Juwandi Jogja ini biasanya sudah mulai dipadati pengunjung pada pukul 17.00. Untuk sampai ke sini kamu hanya perlu melaju ke arah Kotabaru, untuk kemudian berbelok di dekat Kantor Pusat Telkom Jogja. Nah, warung ini berada tepat di belakang Kantor Telkom.

Walaupun warung sederhana ini mirip warung lesehan lainnya, tetapi rasa yang ditawarkan benar-benar berbeda. Jika warung lesehan di tempat lain hanya menyajikan ayam bakar dan ayam goreng, maka di warung lesehan Mas Yanto ini kamu bisa menemukan perpaduan antara keduanya.

Menu yang menjadi andalannya adalah ayam bakar kremes. Daging ayamnya benar-benar lembut dan lunak sehingga sangat mudah terlepas dari tulang. Perpaduan bumbu bakar yang manis dan bumbu kremes yang gurih sangat unik dan menimbulkan citarasa baru yang membuat ketagihan. Belum lagi ada 2 macam sambal; sambal terasi dan sambal bawang yang mampu membuat acara makanmu makin lahap. Tapi yang perlu diingat, jangan datang lebih dari jam 20.00 ke warung ini karena pasti sudah habis-habisan.


6. Nikmati Mie Jawa yang sangat njawani di Warung Mbah Gito, Kotagede

bakmi jowo mbah Gito

Main ke Jogja belum afdol kalau kamu belum mampir ke warung bakmi jawa mbah Gito. Warung sederhana dengan interior njawani ini berlokasi di Jl. Ni Ageng Nis, No. 9, Rejowinangun, Kotagede, Yogyakarta. Kamu akan dibuat takjub ketika memasuki warung bakmi mbah Gito. Hampir keseluruhan interiornya didominasi dengan materi kayu. Bahkan ada beberapa yang masih berwujud kayu mentah seperti pohon yang menambah keunikan dari tempat ini. Terlebih lagi, di bagian pojok warung, kamu akan melihat panggung mini yang memang sebagai tempat pertunjukan wayang kulit setiap malam minggu.

Di warung ini kamu bisa mencicipi ragam menu yang disajikan,mulai dari bakmi godhog, bakmi goreng, hingga nasi goreng. Menu minuman yang wajib kamu coba adalah teh poci gula batu. Perpaduan antara aroma teh yang khas dengan manis yang pas dari gula batu mampu menjadi teman saat santap malammu. Gak perlu takut kemalaman, karena warung bakmi Mbah Gito buka dari 10.00 hingga 23.00.


7. Ngapain makan Sup Ayam Pak M*n yang sudah tersebar dimana-mana itu? Jogja punya sup ayam kuah merah yang bisa kamu sesuaikan sendiri level pedasnya

sop merah

Kalau kamu sudah pernah mencicipi dan bosan dengan sop yang berasa gurih, maka kamu wajib menjajal sup merah. Warung kecil yang berada tepat di pinggir lampu merah di pertigaan Jalan Kolonel Sugiono ini selalu ramai tiap harinya. Disarankan ketika datang ke tempat ini saat belum benar-benar lapar karena antrian yang cukup panjang membuatmu harus sabar menunggu. Ketika pertama kali datang, kamu bisa memilih sendiri isian dari sop ayam yang kamu pesan, misalnya saja isi kepala, ceker, ati ampel, sayap, atau paha. Kemudian kamu juga bisa minta level pedas yang kamu mau.

Rasa kuah dengan perpaduan gurih kaldu ayam dan pedas cabe sukses membuatmu ketagihan. Belum lagi rasa asam di dalam sup yang membuat kuah sup jadi terasa sangat segar. Warung sup merah ini juga terhitung unik dan beda dari warung biasanya. Jika di warung kebanyakan penyajian sup tinggal menambahkan kuah yang telah dihangatkan, makan di warung sup merah ini kamu harus sabar menanti karena sup yang dipesan harus dimasak satu persatu. Bagi kamu penggila pedas, wajib banget masukin sup merah ke dalam tempat tujuan jalan-jalanmu.


8. Angkringan Bento, tempat dimana nasi kucing bisa kamu sebut nasi 猫 (neko: kucing)Angkringan Bento

Kata Joko Pinurbo, Jogja terdiri dari pulang, angkringan, dan rindu. Memang benar, karena setiap melintasi ruas jalanan Jogja kamu pasti bisa melihat dan menemui banyak angkringan yang dipenuhi oleh muda-mudi yang sedang asik nongkrong dan bercengkerama. Kalau dirasa kamu bosan makan di angkringan yang biasanya, mungkin kamu bisa menjajal angkringan Bento. Angkringan berkonsep budaya Jepang ini benar-benar unik. Dengan dekorasi khas Jepang dan makanan ala Jepang, kamu bisa tetep makan enak walaupun dompet tipis. Gak heran kalau angkringan ini juga selalu ramai saban harinya.

Warung angkringan sederhana ini terletak di Jl. Prof. Dr. Sardjito, Yogyakarta atau gang selatan Apotek UGM. Kalau di angkringan biasanya kamu akan menemui nasi bungkus dengan varian rasa nasi bandeng, nasi oseng, dan bihun, maka disini kamu bisa memilih nasi bento ayam atau bento sapi. Nasinya disajikan dengan mangkuk kecil dan ditaburi dengan daging cincang giling yang sudah dibumbui. Sebagai ganti lauk atau gorengan yang sering kamu temui di angkringan biasa, maka di angkringan Bento kamu bisa menemukan ekado isi telur,  nugget, fishrolade, ebifurai isi udang, katsu atau ayam, kroket, dan chicken roll. Rasa Jepang tapi bungkus Jawa deh, pokoknya!


9. Puas menjajal ragam kuliner Jogja yang berbeda, kini saatnya kembali tradisional dengan makan di Rumah Makan Lombok Ijo Sego Abang Ibu Murni

Nasi Merah sayur Lombok Ijo khas Gunung Kidul

Warung sederhana yang berlokasi di Jl. Pakem Turi no 1 ini selalu dipadati banyak mobil berplat dalam maupun luar kota. Jika kamu kangen masakan ala desa, rumah makan ini bisa menjadi alternatif. Disini kamu bisa menemukan nasi merah, sayur lombok ijo, belut lombok ijo, oseng lombok ijo, sayur daun pepaya. Ragam lauk pauk mulai dari wader goreng, ati ampela, empal goreng, ayam kampung goreng juga tersedia. Untuk menu minuman ala desa, kamu bisa memesan segelas wedang uwuh atau teh poci gula batu. Rumah makan ini juga memiliki area yang luas hingga mampu menampung 100an orang. Dijamin bisa jadi tempat pas untuk santap siangmu.