• travel
  • ·
  • 04 Oct 2021

Fenomena Langka Mekarnya Kebun Bunga Amarilis di Gunung Kidul

Beberapa tahun belakangan ini, obyek wisata kebun bunga Amarilis sangat disukai remaja dan orang tua untuk berswafoto. Pada tahun 2015 sampai tahun 2017 kebun bunga Amarilis hanya dimiliki oleh satu pemilik yang berlokasi di Salam, Pathuk, Gunungkidul, DI Yogyakarta. Kini bunga Amarilis atau nama lokal Puspa Patuk yang awalnya gulma ini , kini tidak hanya di kawasan Patuk tetapi dikembangkan masyarakat ke kawasan selatan seperti Kecamatan Tanjungsari di Jalur Yogyakarta-Wonosari, sekitar tugu perbatasan dengan kabupaten Bantul kanan kirinya sudah banyak bunga berwarna jingga. Masyarakat senang dan bersemangat menanam bunga ini karena setiap pengunjung yang masuk dikenai tarif Rp 10.000/orang.


Kredit: HarianJogja.com
  Pada awal September 2021, di kawasan wisata kebun bunga Amarilis di Salam, Pathuk, Gunungkidul, DI Yogyakarta Nampak bunga amarilis di kawasan itu mulai berbunga sejak beberapa hari terakhir, tetapi belum dibuka untuk wisata menyusul penerapan PPKM di Yogyakarta serta guna menekan penyebaran Covid-19. Masyarakat yang menanam bunga tersebut tidak ada pemasukan dari pengunjung.Biasanya pengunjung yang datang ke kebun bunga tersebut 50-200 orang. Sangat disayangkan,  bunga amarilis hanya dapat bertahan selama 2-3 minggu karena amarilis kalau sering terkena hujan akan rusak. Mulai mekar bunganya tidak bisa diprediksi, patokannya adalah awal mulai hujan biasanya selang beberapa hari mekar, berwarna oranye. Meskipun milik pribadi, pengunjung yang ingin berfoto di kebun bunga ini dikenakan tiket masuk. Dan pemiliknya pun tidak hanya satu orang, namun tiket masuk disamakan satu harga. Pengunjung dapat puas berfoto di sini tanpa batasan waktu. Jam buka pun terbilang lama, dari pagi hingga sore hari kebun di depan rumah yang luas ini sangat dimanfaatkan dengan baik oleh pemiliknya. Ditanami bunga amarilis yang indah dan begitu berwarna. Warna oranye yang cerah membuat siapapun yang memandang tergoda untuk berfoto. Keindahan bunga ini sudah terkenal, bahkan kini Gunung Kidul tidak hanya terkenal dengan pantai indahnya, namun juga taman bunganya. Sepintas, hamparan bunga ini seperti hamparan bunga tulip yang ada di negara Belanda. Taman bunga telah dilengkapi dengan jalan setapak yang membantu akses pengunjung lebih dekat dengan bunga. Jadi, pengunjung ketika berfoto lebih terlihat indah. Taman bunga juga dibentuk sehingga tidak monoton hanya satu lahan seperti sawah. Bunga amarilis yang indah ini memiliki nama latin Hippeastrum Amaryllidaceae. Dalam bahasa Jawa ada juga yang menyebut dengan nama Brambang Boncot. Hal ini dikarenakan akar bunga amarilis berbentuk seperti bawang bombay yang besar. Kelopak bunganya begitu indah, dengan warna oranye dan lebar seperti lampu tidur. Putiknya menyembul diantara kelopak bunga, yang menjadikannya semakin tampak indah. Daunnya memanjang dan untuk bunga sendiri disangga dengan batang hijau.