• travel
  • ·
  • 07 Oct 2021

Keindahan Alam dan Napak Tilas di Desa Wisata Kelor Turi Sleman


Kredit: bernasnews.com

Desa Wisata Kelor dikenal juga dengan sebutan "Dewi Kadjar" atau akronim dari Desa Wisata Kampoeng Sedjarah. Kampung yang indah ini secara administrasi ada di Kelurahan Bangunkerto, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman ini, menyimpan warisan budaya yang kini menjadi sejarah, yaitu Joglo Kelor. Joglo Kelor  pada tahun 1835 itu, pernah menjadi markas Tentara Pelajar (TP) di tahun 1949, saat terjadi pergolakan, dalam usaha mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Bangunan Joglo sampai saat ini masih terawat dengan mempertahankan bentuk aslinya. Belum mengalami perubahan berarti. Ketua Dewi Kadjar, Purnomo, mengatakan berdirinya desa wisata Kelor tidak lepas dari kehadiran Joglo. Awal mulanya, banyak tamu dari berbagai daerah yang datang ke Joglo, untuk napak tilas sejarah. Berjalan waktu, seiring jumlah pengunjung yang semakin banyak, pada tahun 2006 warga setempat berinisiatif untuk mendirikan desa wisata. Langkah ini berjalan mulus. Sebab, secara geografis padukuhan Kelor didukung dengan keberadaan sungai Bedhog. Sungai air jernih yang ada di sebelah timur dusun ini menjadi daya tarik. Warga membersihkan area sungai dan dimanfaatkan untuk sarana trekking atau susur sungai. Sungai Bedhog yang awalnya rimbun dibersihkan untuk susur sungai sebagai napak tilas Tentara Pelajar yang konon bersembunyi di sungai. Berjalan waktu, upaya pengembangan desa wisata terus dilakukan. Pengelola menambah sejumlah fasilitas, sarana dan prasarana. Termasuk menghadirkan outbound di seputar halaman Joglo. Mengingat mata pencaharian warga desa mayoritas adalah petani salak maka edukasi tentang salak masuk dalam paket yang ditawarkan. Selain outbound, pengunjung juga bisa belajar menanam, mencangkok, menyerbuk, menjarang hingga memetik buah salak langsung dari pohon. Edukasi ini bekerjasama dengan Kelompok Tani Organik Mekarsari/ Tak hanya sampai disitu, pengelola lalu menyewa tanah kas desa demi pengembangan desa wisata. Berbekal pendampingan dari Dinas Pariwisata Sleman dan Daerah Istimewa Yogyakarta, di atas tanah kas desa tersebut saat ini sudah dibangun sejumlah wahana edukasi. Mulai dari kolam tangkap ikan, kolam titian, flying fox, halang rintang hingga beragam permainan tradisional. Di samping itu, ada juga edukasi membuat telur asin, membuat tempe, membuat teh kelor, bakso goreng kelor, membatik dan membuat jenang salak. Fasilitas yang ada di desa wisata Kelor sangat lengkap.