• travel
  • ·
  • 19 May 2022

Masjid Agung Kotagede: Fakta Menarik, Lokasi, dan Info Lainnya

Kotagede punya wisata sejarah yang menarik buat dikunjungi, karena di sana pernah menjadi ibukota Kerajaan Mataram Islam. Kerajaan Mataram adalah kerajaan Islam di Pulau Jawa yang berjaya pada abad ke-16 sampai abad ke-18.


Salah satu destinasi wisata di Kotagede yang bisa Anda kunjungi adalah Masjid Gede Mataram atau dikenal juga sebagai Masjid Agung Kotagede. Masjid ini telah berdiri sejak abad ke-16, sehingga ada banyak sejarah yang menarik untuk diketahui.


Jika Anda berencana datang ke Masjid Agung Kotagede, berikut ini fakta menarik dan informasi penting lainnya yang perlu Anda ketahui.

Keunikan Masjid Agung Kotagede

Masjid Agung Kotagede punya banyak hal unik yang bisa Anda eksplor saat berkunjung ke sana, seperti:


Berdiri berdasarkan konsep masjid-makam

Bangunan Masjid Agung Kotagede dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu halaman, pagar keliling, masjid, dan makam yang diperuntukkan bagi keluarga besar raja-raja Mataram Islam.


Bentuk akulturasi dengan budaya lain

Beberapa budaya antara lain Islam, Jawa, Hindu, dan Cina. Akulturasi budaya ini bisa Anda lihat dari tata bangunan masjid.


Mengadopsi budaya Jawa dan Islam

Bagian yang mencirikan budaya Jawa di masjid ini adalah pacaosan yang biasanya digunakan sebagai ruang tunggu ketika ada kegiatan di masjid.


Atap mirip pagoda Cina

Unsur budaya Cina terdapat pada atap berbentuk tajug bersusun tiga yang menyerupai pagoda, pembuatan pondasi dari batu alam, dan dinding batu bata. Ini tidak terlepas dari sejarah orang Cina yang datang ke Nusantara untuk berdagang dan berkaitan dengan kejayaan Kerajaan Mataram Islam.

Lokasi dan sejarah singkat Masjid Agung Kotagede

Foto dari @kszakiah



Alamat Masjid Agung Kotagede terletak di Jalan Watu Gilang, Kotagede, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Provinsi Yogyakarta.


Masjid Agung Kotagede dibangun pada tahun 1587 oleh raja pertama Mataram Islam, yaitu Danang Sutawijaya atau Panembahan Senopati. 


Saat proses pembangunan masjid banyak dibantu oleh etnis Hindu yang bertemu Ki Ageng Pamanahan, yaitu ayah Panembahan Senopati, yang sedang hijrah menuju Hutan Mentaok. Umat Islam membangun masjid dan Umat Hindu membangun pagar masjid. Konsep ini diajarkan Sunan Kalijaga dan masih dipertahankan hingga sekarang.


Corak akulturasi sengaja dipertahankan untuk menyebarkan agama Islam, karena pada saat itu mayoritas masyarakat masih menganut animisme dan dinamisme.


Masjid Agung Kotagede terus berkembang seiring waktu, tepatnya pada masa Sultan Agung atau meido 1611. Masjid yang awalnya hanya berupa bangunan sederhana mulai dibangun serambi dan halaman masjid. 

Rute menuju Masjid Agung Kotagede

Jika Anda punya rencana berkunjung ke Masjid Agung Kotagede, ketahui rutenya terlebih dahulu agar perjalanan Anda lancar. 


Rute menuju Masjid Agung Kotagede cukup mudah. Saat melewati Pasar Kotagede, Anda bisa langsung ambil jalan sebelah barat pasar, setelah itu lurus di Jalan Watu Gilang menuju ke arah selatan. Terus jalan sampai Anda menemukan papan bertuliskan nama Masjid Agung Kotagede dan makam Raja Mataram Kotagede. 


Tidak ada biaya yang dikenakan untuk masuk ke dalam Masjid Agung Kotagede, karena masjid merupakan tempat ibadah bagi umat Islam. Namun, Anda perlu menyiapkan uang kecil untuk bayar parkir di kawasan masjid.


Nah, itu dia fakta menarik dan informasi penting seputar Masjid Agung Kotagede di Jogja. Jangan lupa beli Bakpia Kukus Tugu Jogja buat teman ngemil di perjalanan atau bekal berbuka puasa. Oleh-oleh khas Jogja ini punya banyak varian rasa yang bisa menjadi pilihanmu, seperti cokelat, kacang hijau, keju, kurma, dan stroberi. Yuk, beli sekarang di outlet Bakpia Kukus Tugu Jogja atau pesan secara online!