• experience
  • ·
  • 19 May 2022

Permainan Tradisional Jogja, Nostalgia Sambil Menunggu Buka Puasa

Ngabuburit di Jogja memang paling asyik sambil jalan-jalan di sore hari atau nongkrong di tempat favorit. Namun, banyak pula yang memilih di rumah akibat pandemi. 

Nah, jika Anda lebih memilih ngabuburit di rumah, kami punya beberapa rekomendasi permainan tradisional Jogja buat nostalgia sambil menunggu buka puasa nih. Mari simak di bawah ini. 

Adu Kemiri

Permainan tradisional Jogja yang pertama yang cocok dimainkan sambil menunggu buka puasa adalah adu kemiri. Jika biasanya biji kemiri dipakai sebagai bahan masakan, sekarang dipakai untuk permainan yang mengasyikan. 

Sekilas permainan ini mirip dengan permainan dakon jika dilihat dari segi papannya, tapi aturan bermainnya jelas berbeda. Sebuah papan digunakan sebagai tempat kemiri, lalu di tengahnya ada lubang cekung yang nantinya digunakan untuk adu biji kemiri. Lubang tersebut setidaknya harus mampu menampung 72 biji kemiri. Untuk memenangkan permainan, pemain harus memilih biji kemiri terbaik yang akan diletakkan di lubang untuk diadu dengan biji kemiri milik pemain lain. 

Biji kemiri akan dipukul menggunakan kayu berbentuk seperti gada yang disebut gadhen, tapi Anda juga bisa menggunakan kayu biasa jika tidak tersedia. Biji kemiri yang masih utuh walaupun sudah dipukul menggunakan kayu akan memenangkan permainan. 

Gasing Bambu

Ada banyak jenis gasing yang bisa kamu temukan, termasuk gasing bambu yang merupakan salah satu permainan tradisional Jogja. Jika Anda tertarik memainkan gasing bambu, Anda bisa dengan mudah menemukannya di sepanjang Jalan Malioboro. 

Aturan bermain gasing bambu sama dengan gasing biasa, hanya saja gasing bambu mengeluarkan suara yang khas ketika dimainkan. Pertama-tama gasing bambu akan dililit menggunakan tali di bagian pegangan gasing, kemudian ditarik sekencang mungkin agar gasing tetap berputar meski sedang diadu. Semakin nyaring bunyi gasing, semakin seru permainannya. 

Egrang

Anda mungkin sudah tidak asing lagi dengan permainan tradisional yang satu ini. Egrang adalah sebuah permainan yang menggunakan sepasang bambu yang dibentuk seperti tongkat untuk berjalan. 

Pemain harus naik ke atas bambu dengan berpijak pada tumpuan kaki yang terbuat dari kayu. Sepasang bambu tersebut harus memiliki ukuran yang sama agar pemain tidak jatuh terjerembab. Selain itu, pastikan medan permainan tidak keras atau kasar agar pemain tidak terlalu sakit saat terjatuh. 

Egrang berguna untuk melatih pengendalian diri dengan menjaga keseimbangan tubuh, fokus, meningkatkan rasa percaya diri, sekaligus hiburan untuk anak-anak maupun orang dewasa. Tak jarang egrang juga dijadikan sebagai ajang perlombaan berhadiah, contohnya saat lomba di bulan Agustus untuk memperingati hari kemerdekaan Indonesia. 

Bekel

Bekel merupakan salah satu permainan tradisional populer di Indonesia. Untuk memainkan permainan ini, Anda membutuhkan bola karet dan beberapa biji bekel yang terbuat dari kuningan atau timbal sebagai alat bermain. Biasanya jumlah biji bekel yang digunakan sekitar 10 sampai 12 biji dengan minimal dua orang pemain. 

Cara memainkan bola bekel cukup mudah. Dimulai dengan pemain melambungkan bola karet, lalu diikuti dengan menaburkan biji bekel. Saat bola melambung ke atas, pemain harus mengambil biji bekel yang terserak. Ada pun ketentuan jumlah biji yang harus diambil, yakni sesuai dengan level permainan. 

Jangan heran jika kamu menemukan bentuk bekel yang berbeda, karena bentuk bekel sangat bervariasi dan memiliki namanya masing-masing. 

Nah, itu dia permainan tradisional jogja yang cocok dimainkan sambil menunggu buka puasa. Hitung-hitung buat nostalgia sekaligus membunuh waktu menjelang adzan maghrib. Setelah asyik bermain dan berbuka puasa akan lebih lengkap kalau ditutup dengan jajanan manis seperti Bakpia Tugu Jogja. 

Bakpia kukus pertama di Jogja ini mengangkat konsep kekinian. Bagian dalamnya terdapat isian yang meleleh di mulut dan super lezat. Tak heran kalau bakpia kukus ini jadi favorit camilan dan oleh-oleh di Jogja. Yuk, pesan Bakpia Tugu Jogja untuk buka puasa!