• travel
  • ·
  • 13 Dec 2022

Wedang Ronde Mbah Payem, Sudah Ada Sejak 1956

Membahas kuliner Jogja yang istimewa seakan tidak ada habisnya. Di setiap sudutnya selalu saja ada kuliner legendaris yang menyimpan keunikan tersendiri. Salah satunya adalah Wedang Ronde Kauman yang juga dikenal dengan nama Wedang Ronde Mbah Payem. 

Baca juga: Mimbar Sibaud: Menyantap Nikmatnya Hidangan Vietnam di Yogyakarta 

Semangkuk minuman hangat ini selalu menjadi buruan warga lokal dan wisatawan di malam hari. Apa yang membuatnya begitu istimewa? Simak ulasan lengkapnya dalam artikel berikut!

Keistimewaan Wedang Ronde Mbah Payem

Foto oleh @jajanandemen

Mbah Payem sudah berjualan wedang ronde sejak tahun 1956. Meski sudah lebih dari 50 tahun, cita rasanya tetap tidak berubah dan bikin siapa saja selalu rindu. Ciri khas Wedang Ronde Mbah Payem adalah gerobak dorong yang menjadi tempat berjualan. Konon gerobak tersebut sudah digunakan sejak pertama kali buka dan menjadi saksi bisu jatuh bangun Mbah Payem dalam berjualan.

Demikian juga toples-toples kaca yang berjejer rapi di atas gerobak, terlihat sudah sangat tua dan antik. Popularitas Wedang Ronde Mbah Payem tidak terbatas pada masyarakat biasa saja, tetapi juga sampai ke pejabat negara. Wedang ronde legendaris ini dulunya merupakan langganan presiden kedua Republik Indonesia, Soeharto.

Semasa Presiden Soeharto masih menjabat, Mbah Payem sering dipanggil ke istana untuk menyiapkan wedang ronde saat ada acara-acara kenegaraan atau jamuan.

Racikan Khas Wedang Ronde Mbah Payem

Foto oleh @letseatndrink

Tentu saja ada alasan tersendiri mengapa Wedang Ronde Mbah Payem jadi kuliner legendaris di Jogja. Setiap isian wedang ronde dibuat sendiri secara tradisional oleh Mbah Payem. Cara yang masih sangat tradisional ini menjadi kunci kelezatan wedang ronde, ditambah dengan rasa cinta Mbah Payem terhadap wedang ronde buatannya yang membuat rasanya makin enak.

Dalam satu mangkok kecil wedang ronde ada dua buah ronde yang terbuat dari beras ketan, kolang kaling empuk nan kenyal, serta kacang tanah yang rasanya masih renyah. Wedang ronde ini menggunakan gula asli, sehingga rasa manisnya pas dan tidak berlebihan.

Untuk sentuhan akhir, kuah jahe yang ditambahkan ke dalam mangkuk memberikan rasa pedas yang bisa menghangatkan tubuh di tengah dinginnya udara malam Jogja. Kini Mbah Payem sudah wafat, namun resep wedang ronde buatannya sudah diwariskan ke anak cucu. Meski sudah bukan Mbah Payem sendiri yang berjualan, rasa wedang rondenya tetap sama enak!

Lokasi dan Jam Buka

  • Alamat: Jl. Kauman, Ngupasan, Kec. Gondomanan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55132.

  • Jam buka: 19.00-00.00 WIB.

Menemukan lokasi Wedang Ronde Mbah Payem tidaklah sulit karena dekat dengan Alun-Alun Utara Yogyakarta, tepatnya di sebelah barat di Jalan Kauman. Gerobak wedang ronde yang legendaris ini bisa ditemukan kurang lebih sekitar 50 meter sebelum perempatan Kauman Ngasem.

Wedang ronde ini buka di malam hari mulai jam 7 hingga tengah malam. Para pelanggan selalu saja silih berganti mendatangi gerobak ini untuk mencicipi kelezatan rasanya.

Harga Wedang Ronde Mbah Payem

Bicara soal harga, Wedang Ronde Mbah Payem dibanderol dengan harga Rp 6 ribu saja setiap porsinya. Dengan harga tersebut, Anda sudah bisa mendapatkan wedang ronde dengan isian lengkap. Wedang ronde ini tidak pernah sepi karena kuah jahenya dapat menghangatkan tubuh sekaligus membuat tubuh tidak mudah sakit di tengah dinginnya udara Jogja malam hari.

Buat Anda yang liburan ke Jogja, jangan lupa mampir ke wedang ronde legendaris ini juga ya!