• Travel
  • ·
  • 06 May 2023

Bandara Kulonprogo, Bandara Jogja yang Sudah Resmi

Bandara Kulonprogo atau Bandara Yogyakarta International Airport (NYIA) baru saja diresmikan oleh Presiden Indonesia Joko Widodo. Bandara Kulonprogo adalah bandara yang dibangun untuk menggantikan Bandara Adisutjipto yang sekarang hanya digunakan pesawat militer. 

Pengerjaan Bandara Kulonprogo tergolong sangat cepat dan hanya menghabiskan waktu kurang lebih 20 bulan saja. Untuk membangun Bandara tersebut membutuhkan pembebasan lahan sampai dengan Rp4.3 triliun. 

Selain itu, untuk konstruksi baik terminat maupun runway menghabiskan biaya Rp7.1 triliun. Secara keseluruhan dana yang sudah dihabiskan untuk membangun Bandara Kulonprogo adalah Rp11,3 triliun. 

Ada beberapa keistimewaan dari Bandara Kulonprogo yang harus Kamu ketahui. Sedangkan untuk penjelasan lebih lengkap mengenai keistimewaan tersebut bisa simak lebih lengkapnya dibawah ini. 

Bandara Kulonprogo (sumber: Harian Jogja)

5 Keistimewaan Bandara Kulonprogo

  1. Rancangan yang Tahan Gempa dan Tsunami 

Presiden Indonesia Joko Widodo telah menyampaikan, bahwa Bandara NYIA ini mempunyai desain terhadap tahan geumpang sampai dengan 8,8 skala richter. Selain itu juga bisa menahan gelombang tsunami dengan ketinggian sampai dengan 12 meter. 

  1. Runway yang Panjang 

Bandara baru kali ini mempunyai panjang lintasan runway sampai dengan 3.250 meter. Ketika dibandingkan dengan bandara lama Adisutjipto Yogyakarta tentu saja mempunyai perbedaan yang sangat jauh. 

Dahulu Bandara Adisutjipto Yogyakarta hanya mempunyai landasan runway 2.200 meter saja. Tentu saja untuk Bandara NYIA ini bisa dijadikan landasan pesawat besar, seperti Airbus A340 atau Boeing 777. 

  1. Mempunyai Terminat 14 Kali Lipat dari Bandara Adisutjipto Yogyakarta 

Sedangkan untuk luas terminal dari Bandara Kulonprogo sudah mencapai 219 meter persegi atau kurang lebih 13-14 kali lipat dibandingkan Adisutjipto Yogyakarta. Bandara Adisutjipto Yogyakarta hanya mempunyai luas 17.000 meter persegi. 

Bandara NYIA sudah bisa menampung penumpang sampai dengan 20 juta. Sedangkan untuk Bandara Adisutjipto Yogyakarta hanya bisa menumpang 1.6 juta penumpang saja. Direktur utama PT. Angkasa Pura 1 menyebutkan bahwa, Bandara NYIA dibangun dengan investasi dana sampai dengan Rp11.3 triliun. 

Dimana untuk Rp7.1 triliun digunakan untuk membangun fisik dan Rp4.2 triliun untuk pembebasan lahan sekitar. Luas terminal dari Bandara NYIA adalah 219.000 meter persegi dan total luas nya adalah 587 hektar. 

Untuk meningkatkan kenyamanan penumpang, Bandara NYIA dilengkapi dengan 96 konter check in, 12 konter imigrasi, 8 konter imigrasi kedatangan, 74 eskalator, 41 lift, 38 travelator, 60 toilet, 13 nursery dan 45 mushola. Tidak hanya sampai disitu saja, untuk gedung parkir di Bandara NYIA bisa menampung sampai dengan 4.900 kendaraan roda 2 dan 1.230 kendaraan roda 4. luas. Sedangkan untuk lahan parkir non gedung bisa menyambung 61 bus dan 402 kendaraan roda 4. 

  1. Menggunakan Teknologi Deteksi Dini Tsunami 

Ketua Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mengatakan, bahwa Bandara NYIA adalah salah satu bandara di Indonesia yang sudah dilengkapi dengan sistem peringatan dini tsunami. Sistem yang digunakan sudah langsung terintegrasi dengan jaringan pemantauan gempa dari pusat Gempa Bumi Nasional dan Indonesia Tsunami Early Warning Sistem di Kantor BMKG. 

Selain itu, untuk sistem peringatan dini tsunami di Bandara NYIA sudah terhubung dengan jaringan sensor gempa bumi. Kurang lebih ada 372 sensor yang sudah terpasang di seluruh daerah atau wilayah Indonesia. 

  1. Mempunyai Menara ATC atau Anti Tsunami